Episode 1 MI AND RA (refisi1x)



" Indah ya Pi waktu itu, kenal dengan tak disengaja, tapi hancur dengan sengaja."
Kata Ra pada Ulipi yang sedang duduk santai di depan kantin sekolah.

" Hehe iya ya ra waktu sangat cepat tapi luka belum sempat pulih. " Katanya

Ra rindu masa masa itu, begitu lugu dan bego, manusia beku yang hampir Ra cairkan pun akhirnya menjadi api yang membakar perasaannya, tapi taapa cukup sampai disini Ra mendoakannya dan dan cukup sampai disini Ra mencintainnya.

" Oi ra lu bawa koran, terus bawa karpet ye." Kata Gegep kepada Ra sambil mengamati buku kecil yang sedang dipegangnya, berisi daftar daftar list barang.

Dan Ra yang sedang memainkan bus di hp nya tak memperhatikan apa yang diucapkan Gegep.

"Oi ra!, denger gak si, budek ya lu, anak Bpk.Udin Bpk.Udin."


" Eh iya iya apa, apa gep apa gep."
Kata Ra sambil terkejut.


" LU BAWA KORAN SAMA PENGEPEL! "
Ngegas Gegep

" Eh bentar apa apa? pengepel?, Woi lu mau ngepel dimana si tolol, ek ngepel jukut? AHHAHA. "  Kata Acid ketawa puas.


" Udah ngegas salah lagi, Karpet bego bukan pengepel HAHAHA." Kata Jihan tertawa puas dengan Acid.


"APA LU KATA GW TOLOL, GW BEGO!?, LU BERDUA YANG TOLOL AND BEGO." Kata Gegep kepada Acid dan Jihan.


" DIH LU YANG TOLOL BEGO." Kata Acid Dan Jihan.


" LU "


" LU BEGO "


" LU! "


Ra yang memperhatikan mereka bertiga pun pusing dan hanya bisa diam, Ra pun meletakan tangannya ke dahi.


Tiba tiba anak SIBA ( Ulipi Dea Zalik ) pun datang dan berdiri di depan pintu kelas
" Ra Cid! " Teriak mereka.


Ra pun menarik Acid yang sedang berdebat keluar kelas menemui SIBA


" Eh lu udah persiapan apa aja buat kemah? " Tanya Zalik


" Eh bentar, lu kenapa si cid muka lu asem banget anjirr kek tai onta asem. " Kata Dea ketawa kecil.

" Eh emang lu pernah ngerasain tai onta?" Bisik Zalik ke dea dengan polosnya.

" Usttt udah diem aja" Bisik Dea.

" Biasalah udah perang dunia. " Kata Ra

" Wih hebat ey menang gak menang gak?, ayo kita dukung acid." Kata Ulipi.

Ra, Dea, Ulipi, dan Zalik pun menempelkan tangannya ke dada masing masing sambil membentuk kali, dan mereka berkata.


" Acid Acid Acid Acid "


" Pasti menaaaaanggg"


" ACID.....!"


" HUAHUAHUA ACID MENANG."


"ACID...."

Acid yang sedang kesalpun keheranan dengan tingkah laku mereka.


" STOOOOOPPPPPPPPP ANJ, GELO SIAH" kata acid.

Tiba tiba ada yang berteriak
"Nja...... "

SIBA (Ulipi, Acid, Zalik, Dea, Ra) pun sontak nengok ke arah orang yang berteriak itu. Ternyata Suara itu dari bawah.


" Saha si nu gogorowokan, eweh ka era." Kata Ulipi.

                             Trjmah :

 ("Siapa si yang teriak, gak punya malu.") 


Ra yang penasaran turun ke bawah dan melihat apa yang terjadi

"Hah!" Kata Ra sambil menutup mulutnya saking gak percaya apa yang telah dia lihat.

Ra bergegas naik tangga dan menemui sahabatnya yang sedang duduk di depan kelasnya.

" Cid cid wahh parah inimah gw harus cerita ke lu. " Kata Ra sambil tergesa gesa.

" Bergegas apanya si, bergegas lu butuh pacar?, secara kan lu jomblo Ra. " Kata Acid.

" Ada apasi Ra. " Tanya Zalik pada Ra.

" Tau gak kan gw tadi kebawah, dideket ruang OSIS pacar lu cid si nja ihh anjir parahh pokonya." Kata Ra.

" Nja? Owh mantan." Ucap Acid selow.

" HAH!?" SIBA Bersamaan.

" Ya gw udah putus, dia yang mutusin gw." Jawab Acid.

"HAH!" SIBA Bersamaan.

" Woi sakitt kuping gw ah elahh, gw putus puas?" Katanya lagi.

" Eh bentar bentar lu kapan putusnya anjirr, wahh kagak bilang nih anak, boong kali lu." Kata Ulipi Kesal.

"Gw gak boong Tutung panci." Tungkas Acid.

" Pantes tadi si nja dipeluk ma cwe dan dia b aja diliat orang." Kata Ra

" WHATTT!!!?" SIBA Bersamaan.

" Lu Bohong kan?" Tanya Acid dengan nada gak gak percaya.

" Bneran anjirr, gw kaga akan tega bilang gini klw ini boongan bege." Tungkas Ra.

" Ihh sumpah tuh orang kek gak ada dosa njir." Kata Dea.

" BIASALAH " Kata Ra.

"Gw gk bisa lupain dia, gw gk bisa pokonya, dia mutusin w tanpa alesan yang pasti." Kata Acid tatapanya trs kedepan tanpa berkedip.

" Udah cid mau kita bantuin buat balik lagi?,Mau gak?" Kata Dea.

            (Acid diam seribu bahasa)

"Sebenarnya......." 









Bersambung........



















0 Comments